BlogTips Karir

Kapan Waktu yang Tepat untuk Resign dari Pekerjaan? Panduan Bijak Sebelum Mengambil Keputusan

Job Bali

Resign dari pekerjaan bukan keputusan yang bisa diambil secara impulsif. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan — mulai dari kondisi finansial, kesehatan mental, hubungan kerja, hingga arah karier jangka panjang. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara menyeluruh kapan waktu terbaik untuk resign dan bagaimana cara melakukannya secara profesional.

Alasan Umum yang Menjadi Tanda Anda Perlu Resign

1. Tidak Ada Lagi Ruang untuk Berkembang

Jika Anda merasa pekerjaan sudah tidak lagi menantang, tidak ada pelatihan, promosi, atau peluang belajar, itu bisa menjadi sinyal bahwa Anda sudah saatnya pindah ke tempat yang lebih berkembang.

2. Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat

Apakah Anda sering merasa tertekan, mengalami toxic culture, atau bahkan perundungan di kantor? Lingkungan kerja yang buruk bisa berdampak langsung pada kesehatan mental dan produktivitas Anda.

3. Gaji Tidak Sesuai dengan Beban Kerja

Jika beban kerja Anda terus meningkat tapi tidak diimbangi dengan kenaikan gaji atau benefit, ini bisa menjadi alasan kuat untuk mengevaluasi ulang posisi Anda.

4. Tidak Sejalan dengan Nilai Pribadi

Nilai perusahaan sangat penting. Jika Anda merasa perusahaan tidak lagi sejalan dengan prinsip dan etika kerja Anda, itu bisa menjadi momen refleksi untuk mencari tempat baru.

5. Merasa Terjebak dan Tidak Bahagia

Apakah Anda sering merasa malas berangkat kerja, kehilangan semangat, atau bahkan merasa “terjebak”? Emosi ini bila berlangsung lama bisa menandakan Anda tidak lagi cocok dengan posisi saat ini.

Waktu Terbaik untuk Mengajukan Resign

  • Setelah Menyelesaikan Tugas atau Proyek Penting: Agar tidak meninggalkan kesan buruk atau menyulitkan tim.
  • Setelah Mempersiapkan Alternatif atau Tawaran Baru: Idealnya Anda sudah mengantongi pekerjaan baru sebelum resign.
  • Ketika Sudah Memiliki Dana Darurat: Minimal 3-6 bulan biaya hidup untuk berjaga-jaga jika proses mencari kerja baru lebih lama.
  • Saat Siklus Tahunan Selesai: Misalnya setelah menerima bonus tahunan atau penilaian kinerja.

Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Resign

  1. Evaluasi Diri: Apa tujuan resign Anda? Apakah sekadar emosi sesaat atau memang ada visi karier baru yang lebih jelas?
  2. Bangun Jaringan (Networking): Mulai terhubung dengan profesional lain, rekruter, atau alumni di LinkedIn.
  3. Update CV dan Portofolio: Pastikan semua pencapaian terbaru sudah terdokumentasi dengan baik.
  4. Persiapkan Surat Resign yang Profesional: Buat surat pengunduran diri dengan bahasa sopan dan tidak menyinggung perusahaan.
  5. Transisi Tugas: Bantu tim Anda untuk memahami pekerjaan yang akan Anda tinggalkan agar proses transisi berjalan mulus.

Cara Resign Secara Profesional

  • Sampaikan Langsung pada Atasan: Jangan hanya mengirimkan email atau pesan, tapi minta waktu untuk bicara langsung.
  • Jelaskan Alasan Secara Bijak: Anda tidak perlu menyalahkan perusahaan. Fokuskan pada alasan pribadi atau pertumbuhan karier.
  • Beri Notice Sesuai Kontrak: Umumnya 1 bulan sebelumnya. Patuhi aturan ini sebagai bentuk profesionalisme.
  • Tetap Produktif hingga Hari Terakhir: Jangan menurunkan performa meski Anda sudah mengajukan resign.

Kesalahan Umum Saat Resign

  • Resign tanpa rencana cadangan atau pekerjaan baru.
  • Keluar karena emosi sesaat tanpa pertimbangan matang.
  • Berbicara buruk tentang atasan atau perusahaan lama.
  • Tidak menyelesaikan transisi tugas dengan baik.

Kesimpulan

Resign bukan berarti menyerah, tapi bisa jadi langkah awal menuju karier yang lebih sehat dan produktif. Pastikan Anda mengambil keputusan ini dengan kepala dingin dan strategi yang matang. Evaluasi kondisi Anda, rencanakan dengan bijak, dan pastikan proses resign dilakukan dengan profesionalisme tinggi.

Ingat, reputasi Anda tetap akan menjadi bekal utama di dunia kerja, bahkan setelah Anda meninggalkan satu tempat kerja. Maka, tetaplah elegan saat pergi.

Baca Juga