BlogTips Karir

Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari Saat Wawancara Kerja

Job Bali

Gambar ilustrasi yang di cari hrd saat seleksi dari seorang pelamar

Jangan biarkan kesalahan kecil menggagalkan peluang besarmu!

Pendahuluan

Wawancara kerja adalah tahap krusial dalam proses rekrutmen. Di sinilah kamu punya kesempatan menunjukkan kepribadian, kemampuan, serta potensi dirimu kepada calon pemberi kerja. Sayangnya, banyak pencari kerja — termasuk yang berpengalaman — melakukan kesalahan fatal yang justru membuat mereka gagal meski CV mereka menjanjikan.

Artikel ini membahas secara lengkap kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi dalam wawancara kerja, disertai tips untuk menghindarinya agar kamu bisa tampil maksimal dan meningkatkan peluang lolos ke tahap selanjutnya.

1. Datang Terlambat

Datang terlambat memberi kesan bahwa kamu tidak menghargai waktu pewawancara atau tidak memiliki manajemen waktu yang baik. Bahkan keterlambatan 5 menit bisa jadi alasan penolakan.

Solusi:

  • Datang minimal 10–15 menit lebih awal dari jadwal wawancara
  • Persiapkan rute perjalanan dan antisipasi kemacetan atau gangguan lainnya
  • Jika wawancara online, pastikan koneksi internet dan perangkat berfungsi dengan baik

2. Tidak Tahu Apa-apa tentang Perusahaan

Banyak kandidat tidak melakukan riset terlebih dahulu, sehingga tidak memahami apa bisnis perusahaan, budaya kerja, atau posisi yang dilamar. Ini menunjukkan kurangnya minat dan profesionalisme.

Solusi:

  • Kunjungi website resmi perusahaan
  • Cari informasi di media sosial, LinkedIn, atau berita terkait perusahaan
  • Pelajari deskripsi pekerjaan (job description) secara menyeluruh

3. Menjawab Pertanyaan Terlalu Umum atau Klise

Jawaban seperti “Saya orang yang disiplin dan pekerja keras” tanpa bukti nyata terdengar hambar dan tidak membedakanmu dari kandidat lain.

Solusi:

  • Berikan contoh konkret dari pengalaman nyata
  • Gunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) saat menjawab
  • Latih diri dengan pertanyaan wawancara umum sebelum hari H

4. Berpenampilan Tidak Profesional

Penampilan mencerminkan kesiapan dan keseriusanmu dalam menghadapi wawancara. Pakaian yang terlalu santai, kusut, atau tidak sesuai konteks dapat mengurangi penilaian pewawancara.

Solusi:

  • Pakai pakaian rapi dan sopan sesuai dengan budaya perusahaan
  • Pastikan rambut, kuku, dan sepatu juga dalam kondisi bersih dan terawat
  • Untuk wawancara online, perhatikan pencahayaan dan latar belakang

5. Terlalu Banyak Bicara atau Terlalu Pendiam

Terlalu banyak bicara bisa membuatmu terkesan sombong atau tidak fokus, sementara terlalu pendiam membuat pewawancara sulit menilai potensimu.

Solusi:

  • Jawab dengan ringkas namun jelas dan sesuai dengan pertanyaan
  • Berikan jeda sejenak sebelum menjawab untuk berpikir
  • Latih kemampuan komunikasi dan percakapan interpersonal

6. Tidak Menanyakan Pertanyaan di Akhir Sesi

Banyak kandidat berpikir wawancara adalah sesi tanya-jawab satu arah. Padahal, bertanya di akhir sesi menunjukkan rasa ingin tahu, inisiatif, dan minat pada posisi yang dilamar.

Solusi:

Siapkan pertanyaan seperti:

  • “Seperti apa budaya kerja di perusahaan ini?”
  • “Apa tantangan utama untuk posisi ini?”
  • “Bagaimana proses selanjutnya setelah wawancara ini?”

7. Mengeluh tentang Pekerjaan atau Atasan Sebelumnya

Meskipun kamu memiliki pengalaman kerja buruk sebelumnya, jangan pernah menjadikannya bahan keluhan. Hal ini membuatmu terlihat tidak profesional dan sulit bekerja sama.

Solusi:

  • Fokus pada pengalaman positif atau pelajaran yang dipetik
  • Gunakan bahasa netral dan objektif saat menjelaskan alasan pindah kerja

8. Terlihat Tidak Percaya Diri atau Terlalu Gugup

Bahasa tubuh yang tidak yakin seperti kontak mata yang minim, nada bicara terlalu pelan, atau terlalu sering mengatakan “emm…” bisa memengaruhi penilaian HR.

Solusi:

  • Latih wawancara bersama teman atau mentor
  • Tarik napas dalam-dalam sebelum sesi dimulai
  • Ingatkan diri bahwa wawancara adalah sesi saling mengenal, bukan interogasi

9. Tidak Mengikuti Instruksi dari HR

Misalnya: tidak membawa dokumen yang diminta, salah format file saat wawancara online, atau tidak konfirmasi kehadiran tepat waktu. Hal ini menunjukkan kurangnya perhatian pada detail.

Solusi:

  • Baca ulang email undangan wawancara dan catat instruksi penting
  • Siapkan dokumen dan alat pendukung jauh hari sebelum wawancara
  • Gunakan reminder atau alarm untuk pengingat waktu

10. Tidak Follow-Up Setelah Wawancara

Mengirim email ucapan terima kasih setelah wawancara bisa meninggalkan kesan positif dan menunjukkan etika kerja yang baik.

Solusi:

  • Kirim email 1–2 hari setelah wawancara selesai
  • Sampaikan rasa terima kasih dan ulangi ketertarikan terhadap posisi

Penutup

Wawancara kerja bukan hanya soal menjawab pertanyaan, tapi juga tentang bagaimana kamu menampilkan diri sebagai kandidat yang profesional, siap kerja, dan mampu beradaptasi. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kamu akan tampil lebih percaya diri dan siap bersaing di dunia kerja.

Terus latih kemampuan komunikasimu, kenali kelebihan dan kekurangan diri, dan jangan lupa untuk selalu melakukan evaluasi diri setelah setiap wawancara. Satu langkah kecil untuk memperbaiki diri bisa membawa kamu lebih dekat pada pekerjaan impian!

Baca Juga